Naskah
film pendek
Oleh
: Nurul Hidayah
Sinopsis
: cerita bagaimana seorang gadis yang berambisius untuk menjadi kaya dengan
mudah
Scene
1. Int. Rumah Maya-Ruang Makan (Pagi
hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Bu Lidya (Ibu Maya), Mesa (Kakak
pertama Maya), dan Marla (Kakak kedua Maya).
Situasi
pagi hari di ruang makan.
Bu
Lidya menyiapkan piring, tempat sendok dan garpu, tumpeng nasi, dan lauk-pauk.
Bu
Lidya menatap ke arah meja makan, “Anak-anak ibu sudah pada rapih semua. Ayo
kita makan, ini makanannya sudah ibu siapkan”
Mesa,
dan Marla menggeser bangku dan kemudian duduk.
Maya
: “Makanan sampah kaya gini ibu kasih ke Maya? Mendingan Maya makan di Kampus
aja deh”.
Scene
2. Int. Rumah Maya-Ruang Makan (Pagi
hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Bu Lidya (Ibu Maya), Mesa (Kakak
pertama Maya), Marla (Kakak kedua Maya), dan Pak Bayu (Ayah Maya).
Pak
Bayu muncul ke ruang makan.
Pak
Bayu : “Kamu ndak boleh bicara seperti itu sama ibumu. Hargai masakan ibumu.
Minta maaf sama ibumu”.
Maya
hanya menatap ayahnya.
Mesa
: “Dengerin kata Pa’e, kamu tuh baru anak kuliahan aja udah sombong”.
Maya
: “Nggak usah bawel deh ka, tugas lo tuh cuma kasih gue duit buat jajan. Mana
jatah buat gue?”
Mesa
: “minta maaf dulu sana sama Ibu, baru gue kasih duitnya”.
Maya
menatap mata kakaknya dengan tajam dan ia membalikkan badan berjalan ke luar
rumah.
Ibu
Lidya : “Sudah Mesa, kamu jangan begitu sama adekmu. Kasian adekmu kalo nggak
kamu kasih duit”
Pak
Bayu : “Sudah biarin saja. Anak itu sudah keterlaluan. Biar dia cari makan
sendiri”.
Scene
3. Ext. Depan Gang Rumah Maya (Pagi
hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu)
Maya
berdiri di pinggir jalan dan mengeluarkan Handphone-nya dari dalam tas.
Maya
: “Mana lagi pacar gue? Lama-lama ngeselin. Minta gue putusin kali ya” (bisik
dalam hati)
Maya
memencet tombol angka dan meletakkan handphonenya di kuping kanannya.
Maya
: “nggak di angkat lagi” Keselnya.
Scene
4. Ext. Depan Gang Rumah Maya (Pagi
hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), dan Avin (Pacar Maya)
Avin
membuka kaca helmnya.
Maya
: “Lama banget sih?”
Avin
: “Maaf ya sayang, kita berangkat ke kampus nih?”
Maya
: “Gue laper, kita makan dulu di Café yaa”
Avin
: “Okeee..” Menjalankan motornya.
Scene
5. Int. Café (Pagi hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Avin (Pacar Maya).
Maya
dan Avin duduk di meja dekat pintu ke luar sebuah café.
Avin
: “Kamu tadi nggak sarapan beb?”
Maya
: “Belumlah, kalo udah ngapain gue ajak lo makan di café. Udah lo nggak usah
bawel, lo cukup bayarin bill-nya”
Scene
6. Int. Café (Pagi hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Avin (Pacar Maya), Pak Damar
(Dosen Baru Maya), dan pelayan café.
Pak
Damar berjalan keluar sambil menelepon. Tiba-tiba menabrak pelayan café yang
sedang mengantarkan minuman ke meja makan Maya dan Avin.
Pak
Damar : “Maaf, saya benar-benar tidak sengaja. Biar saya yang bayarin bill untuk minumannya”
Maya : “Adduuuhh,,, nggak punya mata kaliii lu ya” kesal Maya.
Maya : “Adduuuhh,,, nggak punya mata kaliii lu ya” kesal Maya.
Avin
: “Udah, bep. Dia kan udah minta maaf”
Pak
Damar : “Maaf yaa,, “ menatap mata Maya dan Avin. Lalu segera pergi dari café
tersebut.
Maya
: “Lo tuh yaa vin, kabur kan tuh orang! Resek!”
Avin : “sabarr beb”
Scene
7. Int. Kampus Fakultas Desain
Fashion-Ruang Kelas (Pagi hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Pak Damar (Dosen Baru Maya), dan
para mahasiswa.
Pak
Damar sedang memperkenalkan dirinya di depan kelas.
Pak
Damar : “Nama saya Damar Al Habsy. Saya lulusan IFA Paris. International
Fashion Academy atau Fashion Institute
of Prancis Internasional. Saya..”
Tiba-tiba
Maya masuk kelas.
Maya
: “Maaf pak saya telat. Tadi sayaa… elo?” Maya terkejut ketika melihat dosen Sejarah
Fashionnya bukan dosen yang biasanya mengajar.
Pak
Damar : “Yaa, saya adalah dosen baru di sini yang akan menggantikan Pak Rudy
mengajar untuk mata kuliah Sejarah Fashion. Kamu keberatan?”
Maya
: “ehhh,, nggak kok pak..” sambil nunduk dan berjalan ke arah bangku yang
kosong.
Pak
Damar : “Memangnya saya udah ijinkan kamu untuk duduk?”
Maya
hanya menggeleng.
Pak
Damar : “Karena ini hari pertama saya, saya akan memaafkan keterlambatan kamu”
Maya
hanya menatap Pak Damar.
Pak
Damar : “Btw, saya minta maaf untuk kejadian di café yang tadi pagi ya”
Beberapa
mahasiswa menatap ke arah Maya. Muka Maya memerah.
Scene
8. Int. Kampus Fakultas Desain
Fashion-Ruang Kelas (Pagi hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Pak Damar (Dosen Baru Maya), Una
(Teman dekat Maya), Olivia (Teman dekat Maya), dan para mahasiswa.
Beberapa
mahasiswi menghampiri Pak Damar.
Maya
: si Oliv centil banget sih. Pake nyamperin tuh dosen baru. Apa hebatnya coba?”
Una
: “Ya hebatlah May, Pak Damar itu lulusan Paris. Tadi aja gue liat di bawa
mobil sport. Wow banget kan?”
Maya
: “Masa sih?”
Una
: “Makanya jangan telat. Jadi nggak update kan lo” sambil menatap ke arah Pak
Damar yang sedang dikerubungi beberapa mahasiswi.
Maya
: “Gue harus cari info tentang dosen baru ini” katanya dalam hati.
Scene
9. Ext. Kampus Fakultas Desain
Fashion-Taman Fakultas (sore hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Avin (pacar Maya), dan Pak Damar
(Dosen Baru Maya).
Pak
Damar : “Kamu belum pulang?”
Maya
menengok ke arah belakangnya.
Pak
Damar : “Kamu lagi ada masalah? Sepertinya wajah kamu terlihat..”
Avin
: “Maaf sayang, aku tadi ada kelas tambahan. Mendadak banget jadi aku nggak
bisa kabarin kamu”.
Maya
: “Lo pikir lo siapa? Gue nungguin lo tuh udah sejam lebih tau nggak”
Avin
: “iyaaa tadi..”
Maya
: “Kita putus!” sambil berjalan ke arah gerbang pintu.
Avin
dan Pak Damar hanya menatap Maya berjalan menjauh.
Scene 10. Ext. Depan Gang Rumah Maya (pagi hari)
Scene 10. Ext. Depan Gang Rumah Maya (pagi hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), dan Pak Damar (Dosen Baru Maya).
Maya
berdiri di pinggir jalan. Saat ia mengambil handphone dari tasnya, ia baru
menyadari bahwa ia dan Avin baru saja putus. Ia pun berencana menaiki kendaraan
umum. Ketika ia sedang menunggu kendaraan umum jurusan ke kampusnya, ada sebuah
mobil sport yang melewatinya dan
berjalan mundur hingga tepat berada di depan Maya mobil tersebut berhenti. Orang
yang ada di dalam mobil tersebut ke luar dari mobilnya.
Pak
Damar : “Hey, ketemu di sini. Rumah kamu di daerah sini?” Sambil melihat
lingkungan sekitar.
Maya
: “ee.. nggak pak. Ini saya tadi lagi main ke rumah pembantu saya. Dia lagi
sakit gitu. Jadi saya di suruh nyokap buat jengukin dia sebelum berangkat
kuliah. Gituu pak,,”
Pak
Damar : “ouh gtu, hmm, kamu mau bareng saya?”
Maya
: “bareng ke kampus pak?”
Pak
Damar : “Iya masa kerumah kamu” canda Pak Damar.
Maya
dan Pak Damar tertawa dan berjalan memasuki mobil Pak Damar.
Scene
11. Int. Dalam Mobil (pagi hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), dan Pak Damar (Dosen Baru Maya).
Pak
Damar : “Cantik, Baik hati, dan Pandai, saya rasa kamu benar-benar wanita
pujaan banyak lelaki”
Maya
: “Maksud bapak?”
Pak
Damar : “Maksud saya, kamu tidak perlu sedih karena baru saja putus dari pacar
kamu yang kemarin itu”
Maya
: “biasa saja koq pak. Tapi bapak juga pujaan banyak mahasiswi di kampus”
Pak
Damar : “hahaha, bisa saja kamu”
Maya
: “Tapi kok bapak masih single ya?
Nggak mau punya pacar pak?”
Pak
Damar : “belum May. Cari pacar itu lebih sulit daripada cari beasiswa di kampus
terbaik”
Maya
: “Masa sih pak?”
Pak
Damar : “yaa begitulah.. Saya dengar kamu bisa masuk desain fashion karena
beasiswa ya? Sayang kalo kamu nggak melanjutkan pendidikan kamu.”
Maya
: “Ada rencana sih pak, tapi saya masih bingung mau ambil beasiswa di mana?”
Pak
Damar : “nggak mau coba di The London College of Fashion?”
Maya
: “Planning saya sih mau coba di sana pak. Tapi saya masih ragu.”
Pak
Damar : “kenapa ragu? Kalo kamu mau, saya bisa carikan kamu info tentang
beasiswa di sana kok”
Maya
: “Serius pak? Saya senang banget. Btw terima kasih ya pak. Tapi nggak
ngerepotin kan pak?”
Pak
Damar : “nggak kok, nanti kalo liburan saya sudah selesai, dan saya balik lagi
ke sana saya akan hubungi kamu. Ini kartu nama saya. SMS saya kalo kamu perlu
sesuatu”
Maya
: “bapak kuliah di sana? Iya nanti saya akan SMS bapak deh”
Maya
mengambil kartu nama dari tangan Pak Damar.
Pak
Damar : “Yaaa begitulah may,, Btw, jangan panggil sama bapak ya kalo lagi di luar kuliah gini,
Panggil aja Damar”
Maya
menatap wajah Pak Damar. Pak Damar membalas tatapan Maya dengan senyuman.
Scene
12. Int. Kampus Fakultas Desain
Fashion-Ruang Kelas (Pagi hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Una (Teman dekat Maya), Olivia
(Teman dekat Maya), dan Pak Damar (Dosen Baru Maya)
Maya
sedang kumpul bersama dengan dua orang temannya seusai kelas Sejarah Fashion.
Kemudian Pak Damar memberikan selembar kertas mengenai info beasiswa di The
London College of Fashion. Setelah memberikan selembar kertas tersebut, ia
meninggalkan Maya, Una, dan Olivia.
Scene
13. Ext. Kantin Kampus (siang hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Una (Teman dekat Maya), dan Olivia
(Teman dekat Maya)
Olivia
: “Lo kok bisa sedeket itu sih sama doi, may?”
Maya
: “siapa? Pak Damar?”
Olivia
: “Iyalah. Dasar lu yah, nyolong start
gue. Kan yang niat mau pedekate gue. Kenapa jadi lo yang deket sama doi sih?”
Una
: “udahlah liv, lo kan juga udah punya pacar. Ikhlasin aja Pak Damar buat si
Maya”
Maya
: “Gue harus bisa dapetin Pak Damar”
Una
dan Olivia : “ciyeeee”
Scene
14. Int. Restoran (Malam hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Una (Teman dekat Maya), dan
Olivia (Teman dekat Maya)
Maya dan Pak Damar menghabiskan waktu bersama. Pak Damar pun mengutarakan perasaannya pada Maya. Mereka pun
berpacaran.
Scene
15. Int. Rumah Maya-Ruang Makan (Pagi
hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Pak Bayu (Ayah Maya), Bu Lidya (Ibu
Maya), dan Mesa (Kakak pertama Maya).
Pak
Bayu : “Udah jam segini kamu baru pulang? Kamu pikir rumah bapak ini hotel yang
bebas semaumu pulang jam berapa saja”
Mesa
muncul.
Mesa
: “Assalammualaikum”
Pak
Bayu dan Bu Lidya : “Waalaikum slm”
Maya
: “Ka Mesa saja boleh pulang jam segini kok Maya nggak boleh. Maya tuh selalu
salah di mata bapak” sambil memalingkan wajah.
Pak
Bayu : “Kakakmu itu cari duit buat kamu, buat tambah-tambah. Lah kamu itu
kaburan nggak jelas saja”
Bu
Lidya : “Sudah toh pa’e, ndak usah pake emosi. Kasian dia baru pulang sudah
kamu omeli”
Pak
Bayu : “Kamu tuh selalu belain anakmu. Tuh liat anakmu jadi manja dan nggak tau
aturan seperti ini. Membantah terus lagi”
Maya
: “Bapak bilang maya manja? Bapak pikir siapa yang biayain maya kuliah di
kampus yang ternama di kota. Maya pak, yang bersusah payah dapetin beasiswa
biar bisa kuliah di sana. Selama ini bapak sama ibu, mba Mesa dan mba Marla
juga nggak bisa kasih apa yang Maya mau. Semua barang-barang mahal yang Maya
punya, bapak pikir Maya bisa dapet darimana? Itu karena Maya bergaul dan
macarin orang kaya. Kalo Maya andelin duit dari mba Mesa, Maya malu pak sama
temen-temen kampus Maya”
Pak
Bayu : “Kamu ini masih saja keras kepala. Belum saja kamu dapet batunya”
Maya
: “Bapak tuh nggak pernah bisa ngertiin Maya”
Bu
Lidya : “sudah May, kamu ndak udah melawan bapakmu”
Maya
: “Ibu juga sama saja. Enggak ada yang nngertiin Maya” menangis sambil masuk
kamar.
Scene
16. Int. Restauran dekat kampus (siang hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), dan Pak Damar (dosen Maya).
Maya dan Pak Damar duduk di sebuah meja makan.
Pak Damar : "gimana persiapan kamu buat beasiswa itu sayang?"
Maya : "Yaa kita liat aja nanti. Pokoknya aku harus bisa yang dapetin beasiswa itu" sambil tersenyum pada Pak Damar"
Maya dan Pak Damar duduk di sebuah meja makan.
Pak Damar : "gimana persiapan kamu buat beasiswa itu sayang?"
Maya : "Yaa kita liat aja nanti. Pokoknya aku harus bisa yang dapetin beasiswa itu" sambil tersenyum pada Pak Damar"
Scene
17. Int. Restauran dekat kampus (siang hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Pak Damar (dosen Maya), Avin (mantan pacar Maya), Randy (teman Avin), dan Bagus (teman Avin).
Avin mendatangi meja makan Maya dan Pak Damar dengan wajah yang kesal. Bagus dan Randy mengikuti Avin dengan wajah bingung.
Avin : "Jadi kamu mutusin aku gara-gara dosen baru ini May?"
Maya dan Pak Damar terkejut dengan kedatangan Avin. Mereka menoleh pada Avin.
Avin : "Kamu pacaran sama dia kan, May?"
Maya : "Itu bukan urusan lo Vin"
Avin : "Jelas urusan gue dong May. Selama pacaran sama lo, lo selalu ngabisin duit gue. Belanja ini itu lo pikir lo pake duit siapa?"
Maya : "Berisik lo Vin, ayo beb kita pergi aja dari sini. Ada orang sinting"
Maya meraih tangan Pak Damar dan berjalan ke luar pintu. Akan tetapi Avin mencegat kepergian Maya dan Pak Damar dengan menarik tangan Pak Damar.
Avin : "Hati-hati bro lo pacaran sama dia. Bisa-bisa duit lo abis sama nih cewe matre"
Pak Damar hanya menatap Avin.
Maya : "kamu nggak usah dengerin dia beb, ayoo" sambil berjalan menjauhi Avin.
Avin : "Inget bro, jangan mau jadi korban berikutnya dia" teriak Avin.
Semua tamu di dalam restoran tersebut memandangi Avin.
Rendy dan Bagus : "Udah vin, malu sama yang lain" sambil melihat sekeliling.
Avin : "Dasar cewe matre!"
Rendy dan Bagus mengajak paksa Avin keluar dari restoran tersebut.
Avin mendatangi meja makan Maya dan Pak Damar dengan wajah yang kesal. Bagus dan Randy mengikuti Avin dengan wajah bingung.
Avin : "Jadi kamu mutusin aku gara-gara dosen baru ini May?"
Maya dan Pak Damar terkejut dengan kedatangan Avin. Mereka menoleh pada Avin.
Avin : "Kamu pacaran sama dia kan, May?"
Maya : "Itu bukan urusan lo Vin"
Avin : "Jelas urusan gue dong May. Selama pacaran sama lo, lo selalu ngabisin duit gue. Belanja ini itu lo pikir lo pake duit siapa?"
Maya : "Berisik lo Vin, ayo beb kita pergi aja dari sini. Ada orang sinting"
Maya meraih tangan Pak Damar dan berjalan ke luar pintu. Akan tetapi Avin mencegat kepergian Maya dan Pak Damar dengan menarik tangan Pak Damar.
Avin : "Hati-hati bro lo pacaran sama dia. Bisa-bisa duit lo abis sama nih cewe matre"
Pak Damar hanya menatap Avin.
Maya : "kamu nggak usah dengerin dia beb, ayoo" sambil berjalan menjauhi Avin.
Avin : "Inget bro, jangan mau jadi korban berikutnya dia" teriak Avin.
Semua tamu di dalam restoran tersebut memandangi Avin.
Rendy dan Bagus : "Udah vin, malu sama yang lain" sambil melihat sekeliling.
Avin : "Dasar cewe matre!"
Rendy dan Bagus mengajak paksa Avin keluar dari restoran tersebut.
Scene
18. Ext. Lapangan Kampus Fakultas Desain Fashion (pagi hari)
Cast
: Pak Damar (dosen Maya), Avin (mantan pacar Maya), dan teman-teman Avin.
Pak Damar mendatangi Avin yang sedang bermain basket dengan teman-temannya. Salah seorang teman Avin melihat kedatangan Pak Damar dan memberikan kode pada Avin tentang kedatangan Pak Damar.
Avin : "Gue break sebentar. Kalian lanjutin aja"
Avin berjalan mendekati Pak Damar.
Pak Damar : "sorry, saya minta waktu kamu sebentar. boleh?"
Avin : "Boleh aja. Tentang Maya?"
Pak : "Kemarin kamu bilang..."
Avin : "Kalo Maya matre? huh, dia emang matre Pak. Udah banyak yang jadi korban dia"
Pak Damar : "Termasuk kamu?"
Avin : "Hmm, yaa begitulah. Jadi sebelum duit bapak abis sama tuh cewe matre. Lebih baik bapak putusin dia"
Pak Damar : "Saya bingung, Maya bukannya orang punya? Kenapa dia matre ya? Apa ada masalah dengan orangtuanya?"
Avin : "Selain matre dia ternyata juga jago bohong. Bapak tuh udah dibohongin sama Maya. Anak orang kaya dari mana? Bapaknya itu nganggur dan ibunya cuma tukang jahit".
Pak Damar tampak bingung dan mencoba memahami penjelasan Avin. Sedangkan Avin mengambil kertas dan pulpen di dalam tasnya. Avin nampak menuliskan sesuatu.
Avin : "Kalo bapak nggak percaya, bapak bisa check alamat ini"
Pak Damar mendatangi Avin yang sedang bermain basket dengan teman-temannya. Salah seorang teman Avin melihat kedatangan Pak Damar dan memberikan kode pada Avin tentang kedatangan Pak Damar.
Avin : "Gue break sebentar. Kalian lanjutin aja"
Avin berjalan mendekati Pak Damar.
Pak Damar : "sorry, saya minta waktu kamu sebentar. boleh?"
Avin : "Boleh aja. Tentang Maya?"
Pak : "Kemarin kamu bilang..."
Avin : "Kalo Maya matre? huh, dia emang matre Pak. Udah banyak yang jadi korban dia"
Pak Damar : "Termasuk kamu?"
Avin : "Hmm, yaa begitulah. Jadi sebelum duit bapak abis sama tuh cewe matre. Lebih baik bapak putusin dia"
Pak Damar : "Saya bingung, Maya bukannya orang punya? Kenapa dia matre ya? Apa ada masalah dengan orangtuanya?"
Avin : "Selain matre dia ternyata juga jago bohong. Bapak tuh udah dibohongin sama Maya. Anak orang kaya dari mana? Bapaknya itu nganggur dan ibunya cuma tukang jahit".
Pak Damar tampak bingung dan mencoba memahami penjelasan Avin. Sedangkan Avin mengambil kertas dan pulpen di dalam tasnya. Avin nampak menuliskan sesuatu.
Avin : "Kalo bapak nggak percaya, bapak bisa check alamat ini"
Scene
19. Ext. Halaman rumah Maya (Pagi
hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Bu Lidya (Ibunya Maya), dan Pak Damar (Dosen baru Maya)
Pak Damar : "Kayanya bener ini alamatnya. Permisi!!" Teriak Pak Damar.
Bu Lidya mendengar suara Pak Damar dan segera membukakan pintu.
Bu Lidya : "Maaf cari siapa yaa pak?" tanya Bu Lidya sambil menatap Pak Damar dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.
Pak Damar : "Maaf bu kalo saya ganggu. Apa benar ini rumahnya Maya?"
Bu Lidya : "Benar pak, sebentar saya panggilkan anaknya"
Pak Damar : "Tidak perlu bu. Sebenarnya.. Oia, Ibu siapa?"
Bu Lidya : "Nama saya Lidya, ibunya Maya"
Tiba-tiba Maya keluar dari kamarnya dan saat di depan pintu, dia sangat terkejut melihat Pak Damar sudah ada di depan rumahnya.
Maya : "Damar!"
Bu Lidya dan Pak Damar menoleh ke arah Maya.
Bu Lidya : "Itu anaknya sudah bangun. Saya tinggal dulu. Monggo, monggo duduk dulu. Ajak temenmu masuk toh May"
Maya menatap Bu Lidya dengan tatapan melotot. Ibu Lidya pergi meninggalkan Maya dan Pak Damar.
Pak Damar : "Kayanya bener ini alamatnya. Permisi!!" Teriak Pak Damar.
Bu Lidya mendengar suara Pak Damar dan segera membukakan pintu.
Bu Lidya : "Maaf cari siapa yaa pak?" tanya Bu Lidya sambil menatap Pak Damar dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.
Pak Damar : "Maaf bu kalo saya ganggu. Apa benar ini rumahnya Maya?"
Bu Lidya : "Benar pak, sebentar saya panggilkan anaknya"
Pak Damar : "Tidak perlu bu. Sebenarnya.. Oia, Ibu siapa?"
Bu Lidya : "Nama saya Lidya, ibunya Maya"
Tiba-tiba Maya keluar dari kamarnya dan saat di depan pintu, dia sangat terkejut melihat Pak Damar sudah ada di depan rumahnya.
Maya : "Damar!"
Bu Lidya dan Pak Damar menoleh ke arah Maya.
Bu Lidya : "Itu anaknya sudah bangun. Saya tinggal dulu. Monggo, monggo duduk dulu. Ajak temenmu masuk toh May"
Maya menatap Bu Lidya dengan tatapan melotot. Ibu Lidya pergi meninggalkan Maya dan Pak Damar.
Scene 20. Int. Ruang tamu Maya (Pagi
hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Bu Lidya (Ibunya Maya), dan Pak Damar (Dosen baru Maya)
Ibu Lidya : "Diminum dulu pak. Maaf yo pak, cuma bisa kasih air teh manis saja" sambil tersenyum-senyum.
Maya : "Apaan sih bu?" Sambil menggerakkan kepalanya ke arah kanan sebagai tanda menyuruh ibunya masuk ke dalam.
Maya : "Kamu ngapain ke sini? Kamu mau buktiin omongan Avin kan? Sekarang kamu udah tau keadaan aku. Aku bukan anak orang kaya seperti teman-teman yang lain"
Pak Damar : "akuuu.."
Maya : "Kalo kamu mau putus, ya sudah kita putus" ucap Maya sambil menunduk.
Pak Damar : "Kamu salah May, aku kecewa sama kamu bukan karena kamu anak orang kaya atau miskin. Aku kecewa dan marah sama kebohongan yang kamu buat. Aku udah terlanjur sayang dan nyaman sama kamu May. Aku mau terima kamu apa adanya, tapi nggak untuk semua kebohongan kamu"
Maya : "Aku hanya membohongi kamu tentang keadaan orangtuaku yang miskin" mata Maya mulai berair.
Pak Damar : "Mereka tetap orangtua kamu May. Bagaimana pun keadaannya. Setidaknya mereka peduli dan sayang sama kamu. Nggak seperti keluargaku May. Orangtuaku terlalu sibuk mencari uang hingga mereka tidak pernah memberikan perhatian sama aku. Uang itu nggak bisa beli kebahagiaan May. Kasih sayang dan perhatian mereka yang lebih aku butuhkan, tapi mereka terlalu sibuk dengan kerjaan mereka."
Maya hanya bisa menunduk dan menangis.
Ibu Lidya : "Diminum dulu pak. Maaf yo pak, cuma bisa kasih air teh manis saja" sambil tersenyum-senyum.
Maya : "Apaan sih bu?" Sambil menggerakkan kepalanya ke arah kanan sebagai tanda menyuruh ibunya masuk ke dalam.
Maya : "Kamu ngapain ke sini? Kamu mau buktiin omongan Avin kan? Sekarang kamu udah tau keadaan aku. Aku bukan anak orang kaya seperti teman-teman yang lain"
Pak Damar : "akuuu.."
Maya : "Kalo kamu mau putus, ya sudah kita putus" ucap Maya sambil menunduk.
Pak Damar : "Kamu salah May, aku kecewa sama kamu bukan karena kamu anak orang kaya atau miskin. Aku kecewa dan marah sama kebohongan yang kamu buat. Aku udah terlanjur sayang dan nyaman sama kamu May. Aku mau terima kamu apa adanya, tapi nggak untuk semua kebohongan kamu"
Maya : "Aku hanya membohongi kamu tentang keadaan orangtuaku yang miskin" mata Maya mulai berair.
Pak Damar : "Mereka tetap orangtua kamu May. Bagaimana pun keadaannya. Setidaknya mereka peduli dan sayang sama kamu. Nggak seperti keluargaku May. Orangtuaku terlalu sibuk mencari uang hingga mereka tidak pernah memberikan perhatian sama aku. Uang itu nggak bisa beli kebahagiaan May. Kasih sayang dan perhatian mereka yang lebih aku butuhkan, tapi mereka terlalu sibuk dengan kerjaan mereka."
Maya hanya bisa menunduk dan menangis.
Scene
21. Int. Rumah Maya-Ruang Makan (malam
hari)
Cast
: Maya (Mahasiswi Fashion desain dan anak bungsu), Bu Lidya (Ibu Maya), Mesa (Kakak
pertama Maya), Marla (Kakak kedua Maya), Pak Bayu (Ayah Maya), dan Pak Damar.
Pak Bayu : "Bapak senang kamu sudah berubah sekarang nak"
Bu Lidya : "Iya pa'e, ini sepertinya berkat nak Damar"
Pak Damar : "Tidak kok bu. Ini karena Maya sudah semakin dewasa"
Maya : "Ayah sama ibuku bener kok beb. Kamu yang udah nyadarin aku, kalo waktu bersama mereka lebih penting dibandingkan uang sebanyak apapun. Maafin aku ya bu, pak. Aku juga mau minta maaf sama mba Mesa dan mba Marla. Sikap aku selama ini begitu kasar"
Pak Bayu : "kita semua sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf. Sudah lupakan yang lalu. Setidaknya sekarang kamu sudah berubah, pa'e sudah bahagia"
Ka Mesa : "Kita kan keluarga, sudah seharusnya bisa saling memaafkan dan memahami"
Maya : "iya tapi aku ngerasa jahat banget sama kalian. aku..."
Ka Marla : "Kamu ini mau minta maaf berapa kali toh may. Sekali lagi kamu minta maaf, aku kasih kamu piring loh. Sudah 5 kali kamu bilang maaf sama kita".
Pak Bayu, Pak Damar, Bu Lidya, Maya, Ka Mesa dan Ka Marla tertawa bersama.
Pak Bayu : "Bapak senang kamu sudah berubah sekarang nak"
Bu Lidya : "Iya pa'e, ini sepertinya berkat nak Damar"
Pak Damar : "Tidak kok bu. Ini karena Maya sudah semakin dewasa"
Maya : "Ayah sama ibuku bener kok beb. Kamu yang udah nyadarin aku, kalo waktu bersama mereka lebih penting dibandingkan uang sebanyak apapun. Maafin aku ya bu, pak. Aku juga mau minta maaf sama mba Mesa dan mba Marla. Sikap aku selama ini begitu kasar"
Pak Bayu : "kita semua sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf. Sudah lupakan yang lalu. Setidaknya sekarang kamu sudah berubah, pa'e sudah bahagia"
Ka Mesa : "Kita kan keluarga, sudah seharusnya bisa saling memaafkan dan memahami"
Maya : "iya tapi aku ngerasa jahat banget sama kalian. aku..."
Ka Marla : "Kamu ini mau minta maaf berapa kali toh may. Sekali lagi kamu minta maaf, aku kasih kamu piring loh. Sudah 5 kali kamu bilang maaf sama kita".
Pak Bayu, Pak Damar, Bu Lidya, Maya, Ka Mesa dan Ka Marla tertawa bersama.
- THE END-
No comments:
Post a Comment