Sunday, March 31, 2013

No Title


     Hidup itu bukan sinetron! Yups, penggalan kalimat tersebut seperti membuat  lumpuh harapan. No happiness, no true love..

     Tapi seiring bertambah usia semua nampak jelas. Sebuah berlian tidak akan berkilau dan memiliki nilai jual yang tinggi bila ia tidak pernah ditempa sebelumnya. Dari coba hanya sebongkah berlian yang tidak karuan bentuknya. Memang mungkin sih tetap memiliki nilai harga jual, namun dia tidak memiliki nilai estetika. Melalui proses panjang yang mungkin bila ia bisa bicara, ia mungkin akan mengeluh. Namun nyatanya ia berhasil melaluinya dan ia memiliki nilai jual dan nilai estetika.

     Contohnya lagi sebuah batu yang dilirik pun tidak, namun saat batu tersebut menjadi sesuatu yang menakjubkan, akan banyak orang pun yang akan memberikan apresiasi padanya. Saat sebuah batu tersebut menjadi sesuatu yang indah seperti patung misalnya, tentu dia mengalami proses yang menyakitkan dulu. Di mana ia akan dibentuk dengan pahatan-pahatan dari benda yang tajam. Namun pada akhirnya ia akan menjadi sesuatu yang bernilai juga toh.

     Seperti itulah kehidupan, permasalahan entah memunculkan airmata, atau senyuman. Semua itu tergantung bagaimana menyikapinya. Di dalam sinetron, kita sudah mengetahui bagaimana akhir ceritanya. Saat itu entah sadar atau tidak, pikiran mulai bicara, "Hidup tidak semudah itu", "namanya juga film", dan sebagainya.

     Tapi sadarkah, respon tersebut mungkin karena keberadaan posisi masih terletak di prosesnya. Akan berbeda saat kesadaran mengetahui akhir dari cerita hidupnya.

No comments:

Post a Comment